Kamis, 15 Oktober 2009

TRAGEDI 30 SEPTEMBER


Sore hari pada tanggal 30 September 2009, Sumatera Barat diguncang oleh sebuah gempa berkekuatan 7.6 skala richter. Tercatat ratusan jiwa menjadi korban keganasan gempa. Banyak rumah, gedung dan infrastruktur lainnya banyak yang hancur dan mengalami kerusakan parah. Kerugian diperkirakan mencapai kisaran triliunan rupiah.
Keesokan harinya, tanggal 1 Oktober 2009, ratusan anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 menjalani proses pelantikan. Konon, prosesi pelantikan ini memakan biaya yang tak sedikit. Menurut beberapa penyelidikan media, kegiatan prosesi ini dikabarkan melalui penganggaran tiga lembaga negara yang jumlahnya mencapai lebih dari 40 miliar rupiah. Sungguh merupakan suatu keanehan bila tiga lembaga negara bisa menganggarkan keuangannya untuk satu acara yang memiliki substansi yang sama. Hal ini bisa dikatakan sebagai bentuk korupsi, karena ada penyalahgunaan kekuasaan dengan menggunakan dana secara berlebihan.
Beberapa tahun silam, tepatnya malam tanggal 30 september 1965, Indonesia mengalami tragedi kemanusiaan dengan terbunuhnya beberapa orang jenderal Angkatan Darat. PKI (Partai Komunis Indonesia) diduga menjadi dalang utama peristiwa itu. dugaan itu semakin dilegitimasi dengan berbagai cap “PKI” pada banyak hal yang berkaitan dengan tragedi 30 September itu. padahal pada saat sekarang ini, peristiwa pemberontakan PKI itu banyak diragukan keabsahannya oleh para peneliti dan sejarawan.
Beberapa waktu kemudian setelah peristiwa itu, Indonesia mengalami perubahan. Orde baru dimulai dengan dikukuhkannya Soeharto dan pelengseran Soekarno. Menyusul setelah itu, berbagai peristiwa pembantaian yang mengatasnamakan aksi pemberantasan oknum PKI terjadi di berbagai daerah di Nusantara. Banyak korban berjatuhan, bahkan hingga saat ini keturunan dari korban itu banyak yang masih mendapatkan perlakuan tak adil karena label “PKI” tersebut. Tapi pemerintah pada masa itu tak peduli. Yang penting tonggak kekuasaan baru berhasil ditanamkan, dan pengaruhnya berhasil menguasai rakyat.
Pernah terjadi dua kali tragedi yang berlangsung pada tanggal 30 september. Dan keduanya memiliki hubungan dengan negara. pada tragedi kemanusiaan berapa tahun silam, kita bisa melihat betapa rakyat menjadi korban dari sebuah perebutan kekuasaan. Korban berjatuhan karena sebuah perpanjangan polemik politik yang sarat dengan berbagai kepentingan. Tragedi 30 September 2009 lalu adalah sebuah bencana alam. Tapi kita bisa melihat bagaimana apatisme negara dan aparatur pemerintahan terbarunya dalam menyikapi peristiwa itu. lalu apa yang terjadi bila Negara tak bisa melindungi dan menomersatukan rakyatnya? Mungkin akan terjadi sebuah tragedi 30 September ketiga saat rakyat akan mengkhianati negaranya sendiri. Saya harap hal itu tak akan pernah terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar